Naghamul Qur'an

Pengertian Nagham

Susunan kalimat Naghamul Qur'an yang dilafalkan dengan satu kali tarikan nafas terdiri dari dua kata yaitu "Nagham" dan "Al-Qur'an". Kata Nagham ( النَّغمُ ) adalah bentuk mufrad, jama'nya Anghaam ( أَنغَامُ ), jama' dari bentuk jama' ini adalah Anaaghim ( اَنَا غِيمُ ).

Kata Nagham yang berarti lagu (sympony) adalah dalam konteks musik. Itulah sebabnya dalam dunia musik terdengar istilah "Anghaamul muusiiq" ( اَنغَامُ المُوسِيقَى ) artinya lagu-lagu musik. Lagu-lagu ini diungkapkan dalam bentuk notasi musik, baik notasi angka maupun notasi balok.

Adapun kata naghamah ( النَّغَمَةُ ) bentuk muannats dari nagham jama'nya adalah Annaghamaatu ( النَّغَمَاتُ ) berarti lagu (tune, melody) dalam konteks memperindah suara dalam membaca Al-Qur'an ( حُسنُ الصَوتِ بِالقِرَاءَةِ ). Lagu-lagu ini biasanya diungkapkan dalam tausyih yakni melagukan sejumlah kalimat syair sebatas patokan alunan suara tentang nada (nagham) suatu lagu seperti dalam syair-syair bayati, shoba, hijaz, dan sebagainya.

Seyogyanya orang yang awam tentang lagu-lagu Al-Qur'an jangan dengan serta merta mengingat lagu-lagu notasi musik, karena lagu-lagu Al-Qur'an adalah lagu-lagu khusus yang disuarakan secara indah dalam membaca Al-Qur'an. Lagu-lagu Al-Qur'an yang dilantunkan adalah lagu-lagu yang sesuai dengan kaidah-kaidah membaca Al-Qur'an yang senantiasa mengekspresikan secara indah, makna dan isi pesan-pesan Al-Qur'an baik dalam bentuk perintah (amr), larangan (nahy), harapan dan himbauan dan lai-lain. Irama pengejawantahan atau ekspresif seperti ini dianggap sebagai cara baca yang sangat ideal.

Untuk memahami arti kata nagham secara lebih luas maka sejumlah ahli Bahasa Arab mengedepankan apa yang dikatakan oleh Imam Sibawahi bahwa kata ( النَّغَمُ ) merupakan isim jama' (kata benda yang mencakup sesuatu yang banyak) seperti kata حَلَقًا dan فَلَكًا  sebagai isim jama' dari  حَلقَةٍ  dan  فَلكَةٍ . Berdasarkan pemahaman ini maka kata nagham dapat dipahami dalam arti isim jama' yang mencakup النَّغَمَةُ dalam semua jenis maqom-maqomnya ( nada-nada ) atau النَّغَمَات (lagu-lagu) dalam konteks bacaan Al-Qur'an. Sehingga yang dimaksud dengan نَغَمُ القُران adalah ragam intonasi yang indah yang disuarakan dalam membaca Al-Qur'an. Dengan kata lain alunan suara yang indah dalam ragam nada, baik mulai dari rendah, menengah, tinggi dan tertinggi bahkan dengan tambahan nada (overtune) yang disebut dengan nada isti'arah yang sejalan dengan pesan-pesan Al-Qur'an.

Dalam bahasa Arab, selain kata  النَّغَمُ atau  النَّغَمَةُ yang berarti lagu dalam konteks khusus seperti diuraikan di atas juga terdapat sejumlah kata padanannya/sinonimnya antara lain seperti اللَّحنُ dan الغِنَاءُ . Kita temui penggunaan kata اللَّحنُ dalam bahasa Arab antara lain seperti لَحَنَ فِى القِرَاءَةِ yang berarti تَرَنَّمَ فِىهَا ( melagukan suatu bacaan) dan لَحَنَ الأَنَاشِدَ yang berarti وَضَعَ لَهَا الحَانًا تُغَنَّى بِهَا ( membuat sejumlah lagu untuk syair-syair yang disenandungkannya).

الأَلحَنُ adalah orang yang lebih baik lagunya (penyanyi) atau lebih indah lagu bacaannya (pembaca Al-Qur'an). Dalam bahasa Arab orang seperti itu disebut  الأَحسَانُ غِنَاءً اَو قِرَاءَةً
Dalam konteks lain, orang yang memahami dengan cerdik apa yang diucapkan disebut اللَّا حِنُ  sedangkan الأَلحَنُ adalah orang yang lebih paham dan lebih cerdik. Dalam konteks lagu Al-Qur'an  dapat dikatakan bahwa orang yang melagukan Al-Qur'an adalah orang yang memahami apa yang dilagukannya baik berupa pesan-pesan atau kesan yang disampaikan oleh yang dilagukannya itu. Berangkat dari pemahaman yang sederhana seperti diuraikan di atas boleh jadi arah inilah yang dimaksud oleh hadits Nabi SAW dengan sabdanya : 
اِقرَءُوا القُرانَ بِلُحُونِ العَرَبِ 
Artinya: "Bacalah Al-Qur'an itu dengan lagu-lagu orang Arab". (HR. An Nasa'i)

Bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab sehingga orang-orang yang memahami bahasa Arab terlebih lagi orang-orang Arab akan dengan mudah membacanya dengan penuh ekspresi serta intonasi bacaan yang dihiasi dengan suara yang indah yang akan lebih membekas pada hati sanubari pembaca dan pendengarnya.

0 komentar:

Poskan Komentar